Dua menteri itu yakni Menteri Energi dan sumber daya mineral (ESDM) Darwin Zuhaedi Saleh dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi. PD juga rela kedua menteri tersebut tergusur reshuffle kabinet.
"Banyak menteri yang kinerjanya tidak maksimal. Seperti yang beredar saat ini ada Menteri ESDM, dan Menteri Perhubungan," ujar Wakil Ketua Umum PD, Max Sopacua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Max juga mengkritisi lima menteri yang masuk dalam laporan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Dia menilai evaluasi diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja lima Kementerian tersebut.
Max menuturkan, Presiden SBY pasti memahami kekurangan menterinya. Apalagi UKP4 juga sudah menyerahkan laporan evaluasinya.
"Sekarang kan laporan UKP4 sudah masuk ke meja Presiden. Kritik publik juga terus muncul ke sejumlah kementerian," terang Max.
Max tak membantah kemungkinan ada dorongan di internal PD untuk menggusur sejumlah menteri. Namun demikian, Max meyakini kader PD patuh pada SBY.
"Wajar saja ada dorongan dari mana-mana. Saya juga mendengar itu, cuma mungkin Pak Ruhut lebih tahu," terang Max.
Sebelumnya, Ketua DPP PD Ruhut Sitompul memaparkan adanya dorongan dari internal PD agar dilakukan reshuffle kabinet. Internal PD, menurut Ruhut, ada yang berkeinginan menggusur Menteri ESDM Darwin Saleh dan Menhub Freddy Numberi, untuk diganti.
Ketua DPP PKB Marwan Jafar malah membeberkan bahwa reshuffle kabinet justru menguat dari internal PD. Sepanjang rapat Setgab koalisi, menurut Marwan, tidak ada bahasan soal reshuffle kabinet.
(van/lrn)











































