Sementara upaya penanggulangan bencana di Filipina akibat Topan Megi terhambat akibat sulitnya akses ke lokasi bencana. Jalanan tertutup dan cuaca tetap buruk.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/10/2010), topan Megi menghantam provinsi Isabela, Filipina, pada Senin (18/10) dengan kecepatan 250 km/jam. Rumah-rumah pun rusak diterjangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan penanggulangan bencana Filipina mengatakan 105.000 ton padi rusak akibat topan, sebelum sempat dipanen. 33.000 Ton jagung rusak. Kerugian pertanian Filipina mencapai 1,5 miliar Peso atau sekitar Rp 30 miliar.
Topan Megi kini bergeser perlahan ke pantai barat Pulau Luzon. Dengan kekuatan 175 km/jam, topan diperkirakan menghantam pantai China antara Hong Kong dan Zhangzhou dalam minggu ini.
(fay/nrl)











































