Sedikitnya 200 orang dari Aliansi Rakyat untuk SBY (ARUS) tiba di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2010) pukul 10.30 WIB.
Massa membentangkan spanduk besar bertuliskan "1 Tahun SBY-Boediono Berantas Korupsi", dan spanduk kecil bertuliskan "Dukung SBY-Boediono hingga 5 Tahun", "Tolak Makar", serta "Hati-hati penggulingan kekuasaan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, massa kontra SBY memilih beraksi di pintu masuk Monas, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
2 Kubu ini saling berhadapan dan hanya berjarak beberapa ratus meter. Sedangkan polisi berada di tengah-tengah pada pendemo.
200 Orang buruh dan korban pelanggaran HAM yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar "Pasar Lupa."
Di pasar itu, digelar foto-foto korban pelanggaran HAM sejak tahun 1965 hingga tahun 1998, replika tengkorak, poster-poster, orang-orangan yang digambarkan sebagai korban penculikan. Aktivis yang berkerumun di "pasar lupa" tampak membawa payung hitam.
Sedangkan perwakilan mahasiswa dan kelompok buruh menggelar aksi teatrikal 1 tahun SBY-Boediono yang menggambarkan banyaknya pengangguran. Dua demonstran digambarkan sebagai SBY-Boediono. Demonstran lain berperan sebagai buruh dan TKI.
Massa kontra SBY terus berdatangan dari arah Gambir. Saat massa kontra SBY melintas, massa pro SBY menghentikan orasi dan mempersilakan massa kontra SBY bergabung dengan teman-temannya. Situasi unjuk rasaย hingga kini masih kondusif.
(aan/nrl)











































