"Udahlah, kalau Anda mau pergi ya pergi. Tapi bayar sendiri. Tapi kalau mau dibayari negara ya jadi anggota DPR, itu saja," kata Wakil Ketua BK DPR Nudirman Munir kepada detikcom.
Hal tersebut disampaikan saat ditanya soal banyaknya kritikan yang disampaikan terkait kunjungan tersebut, Selasa (19/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut politisi Golkar ini, keberangkatan menuju Yunani bertujuan agar DPR lebih maju dalam hal aturan kode etik. Jika itu tidak dilakukan, maka sistem yang ada akan jalan di tempat.
"Kalau tidak, kita anggota DPR ini seperti katak dalam tempurung," tegasnya.
Saat ditanya soal anggaran yang digunakan untuk perjalanan tersebut, Nudirman enggan menjelaskan. Dia hanya mengatakan, biaya ke Yunani tidak terlalu besar.
"Cuman karena terlihat gede, kita jadi dinomorduakan," tambahnya.
Terkait Ketua BK Gayus Lumbuun yang mempertanyakan manfaat kunjungan ini, Nudirman tidak menggubrisnya. Bagi dia, kualitas produk aturan setelah BK pulang dari Yunani jauh lebih penting dibandingkan mengurusi masalah internal.
Kritikan soal perjalanan ke luar negeri anggota Dewan terus dilontarkan. Namun hal ini tidak membuat mereka tergerak.
Sejak beberapa bulan lalu, sedikitnya ada beberapa kegiatan studi banding yang dilakukan DPR. Komisi III DPR sempat mengunjungi Inggris, lalu komisi VIII ke Amerika Serikat, dan Panja RUU Pramuka ke Afrika Selatan.
(mad/ape)










































