"Itu masuk kawasan Kemayoran dan berada di bawah tanggung jawab Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (P2KK). Dimana P2KK itu berada di bawah Setneg," ujar Kepala Dinas PU DKI Ery Basworo.
Ery mengatakan itu dalam jumpa pers di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah minta itu untuk segera diperbaiki dengan mengganti expantion join yang
baru," katanya.
Ery menambahkan, Setneg tidak pernah melakukan pengecekan secara rutin terhadap jalan yang menjadi kewenangannya. Seharusnya Setneg melakukan pengecekan setiap tahun.
"Jadi setiap kerusakan langsung bisa diperbaiki. Kalau sudah begini kan telat," tutur Ery.
Pejabat Pembuatan Komitmen Pembangunan Jalan dan Jembatan Metro 4 Kementerian PU, Fadli, mengatakan, pihak Setneg, lewat pengelolanya yakni P2KK sendiri mengaku sudah menyiapkan sejumlah dana untuk memperbaiki kerusakan di jalan tersebut. Perbaikan akan meminta bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Pihak P2KK sudah menyiapkan dana, tapi mereka bingung bagaimana memperbaikinya. Makanya akan kita bantu kalau mereka mau," kata Fadli, di tempat yang sama.
Menurut Fadli, perbaikan hanya perlu dilakukan dengan mengganti expantion join yang sudah rusak akibat dimakan usia dengan yang baru. Sedangkan peregangan bisa diatasi dengan menambah bantalan di bawah sambungan jalan beton yang dibuat tahun 1991 itu.
"Prosesnya singkat, paling sekitar dua jam. Sekarang pun bisa dilewati tetapi akan terasa goncangan saat melewati sambungan, karena expantion joinnya tidak ada," imbuhnya.
(her/nik)











































