Rumah yang disatroni perampok itu milik seorang PNS, Wisnu Suryo. Rumah ini beralamat di Jl. Diponegoro II No 4 Perumahan Perwira Banyumanik.
Saat kejadian, ada dua pembantu di rumah tersebut. Pelaku yang datang dengan mengendarai mobil, mengetuk pintu seolah hendak bertamu. Ketika ditanya, pelaku bilang mau mengantar barang.
"Katanya mereka dari ekpedisi," ungkap salah satu pembantu, Romiyatun, Selasa (19/10/2010).
Begitu masuk dalam rumah, pelaku langsung mengancam korban dengan pistol. Dua pembantu itu tak berkutik. Mulut mereka dilakban, tangan diikat, dan disekap di sebuah kamar.
"Mereka bilang, kalau teriak, aku pistol," kata Romiyatun yang tampak masih cukup shock.
Romiyatun mengaku tidak tahu pasti jumlah perampok. Selain yang masuk rumah, ia memperkirakan masih ada yang di luar. "Sepertinya empat orang," imbuhnya.
Usai 'membungkam' dua pembantu, pelaku menggeledah isi rumah. Kemudian, mereka kabur tak diketahui rimbanya.
Dua pembantu berani berteriak minta tolong setelah kondisinya aman. Polisi yang datang karena mendapat laporan dari warga setempat, langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.
Dari penyelidikan, pelaku diketahui 'hanya' mendapatkan uang tunai Rp 2 juta. Namun, mereka membawa lari barang-barang elektronik seperti laptop, ponsel, dan LCD serta perhiasan dari emas.
Polisi mengamankan sebuah kardus. Barang itu merupakan alat kepura-puraan pelaku. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kardus itu diangkut ke kantor polisi.
(djo/djo)











































