"Banyak hal yang kita bicarakan dalam pertemuan tadi, salah satunya soal human traficking dan perlindungan terhadap TKI kita yang ada di sana," ujar Marty dalam jumpa pers usai menerima Menlu Uni Emirat Arab di Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta, Selasa (19/10/2010).
Marty senang dengan kunjungan pertama dari Menlu Emirat Arab ini. Sebab dalam pertemuan yang berlangsung lebih kurang dua jam ini, banyak hal lain yang dibahas termasuk hal bilateral, regional maupun global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mata Marty, Emirat juga negara yang baik untuk meningkatkan hubungan dalam bidang perdagangan.
"Emirat penting bagi Indonesia terutama di tingkat perdagangan dan investasi. Perdagangan kedua negara ini, proyektifnya sangat positif. Maka itu kita harap gimana bisa ditingkatkan hubungan kedua negara ini," imbuh pria berkacamata ini.
Marty dalam pertemuan itu juga memaparkan, tentang keadaan Asean secara keseluruhan. Begitu juga dengan Menlu Emirat yang menurut Marty memaparkan bagaimana perkembangan negara-negara di kawasan Teluk.
Dalam pertemuan itu, Menlu Emirat Syekh Abdullah juga berharap kerja sama dua negara ini akan berjalan semakin baik terutama dalam perlindungan TKI dan pemanfaatan energi.
"Untuk masalah TKI, saat ini lebih kurang ada 175 ribu TKI yang ada di Emirat dan kita sangat menerima dengan baik. Kita juga meningkatkan dalam hal pemberdayaan energi manjadi prioritas," kata Abdullah.
"Saya juga berterima kasih atas hubungan kerja sama ini, kelak semua akan berjalan dengan baik. Karena kami adalah negara yang sangat terbuka," tandas Abdullah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga melakukan penandatanganan dua MoU (perjanjian) yaitu 'Persetujuan Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Diplomatik, Dinas dan Khusus' serta 'Nota Kesepahaman Pembentukan Komite Bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab'.
(lia/fay)











































