"Sampai saat ini kondisi Dewi masih pusing. Masih belum bisa dimintai keterangan," ujar Zaelani, ayah Dewi di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (19/10/2010).
Menurut Zaelani, Dewi sampai saat ini belum mengetahui kejadian yang sesungguhnya. Pihak keluarga hanya memberi tahu kalau Dewi jatuh dari tangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dia tidak tahu kalau pacarnya menjadi korban. Kita masih merahasiakan kejadian ini, takut dia shock," ungkap Zaelani.
Zaelani juga menegaskan, Dewi tidak memiliki musuh. "Sampai saat ini belum ada," imbuh dia.
Dewi dan Budi dibacok secara tiba-tiba oleh seseorang secara membabi buta. Pelaku yang langsung kabur hingga kini identitasnya belum diketahui.
Dewi kritis karena luka bacok di wajah, pipi kanan dan kepala bagian belakang. Namun Budi langsung tewas saat itu juga.
Kejadian bermula saat Dewi dan Budi sedang asyik berbincang-bincang di ruang tamu sebuah rumah di Jalan Anggrek Nelly Murni Nomor 69A, RT 8 RW 1, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu dinihari (17/10).
Keponakan Dewi, Fiskal (6) sempat disekap oleh pelaku dan mengalami luka bekas pukulan di bagian kepala.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Citra Efri Ekawati (28) yang merupakan kakak Dewi. Citra terkejut ketika sampai di rumah pukul 01.00 WIB mendapati adiknya bersama sang kekasih tergeletak di ruang tamu rumahnya.
Melihat ini, Citra yang shock langsung berteriak, lantas mengundang perhatian dari tetangga sekitar. Warga sekitar tidak ada yang melihat peristiwa ini.
Polisi hingga kini belum dapat menangkap pelaku. Sebab Dewi hingga kini masih dapat dimintai keterangan.
(nik/nvt)










































