"Studi banding itu harus ada alasannya, apa tujuannya. Kenapa milih Yunani? Ini mengada-ada," kata Ketua Dewan Pembina Forum Rektor Edy Suandi Hamid saat dihubungi detikcom, Selasa (19/10/2010).
Kalau ingin belajar etika politik atau disiplin, saat ini Jepang lebih kena. Negari Matahari Terbit itu lebih menunjukkan etika politik yang patut dicontoh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, secara kontesktual, kunjungan ke Yunani tidak tepat. Kiprah Yunani dalam kancah demokrasi global saat ini juga tidak terdengar.
"Kalau ingin melihat warisan etika politik dahulu, apa masih bisa dilihat? Justru dengan pergi ke Yunani etika politik DPR jadi dipertanyakan. Publik tentu meminta kejelasan. Tidak semua studi banding jelek,Β harus yang pas dan bermanfaat," tuturnya.
Sebelumnya 8 Anggota BK DPR akan berkunjung ke Yunani tanggal 23 Oktober nanti. Tujuannya, untuk belajar pelaksanaan penerapan disiplin dan kode etik anggota DPR.
Ketua BK DPR Gayus Lumbuun tidak ikut berangkat dalam rombongan tersebut. Gayus menilai, DPR tidak perlu belajar etika ke luar negeri.
(ndr/fay)











































