Namun isu tersebut dibantah langsung oleh Puan. Menurutnya semua undangan hadir dalam kapasitas sebagai teman, terlepas dari apa pun atribut dan profesi mereka.
"Semua teman saya undang untuk acara keluarga. Kalau berkembang ada wacana koalisi itu dari mana sih? Belum sampai ke sana," kata Puan itu di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini tidak ada rencana untuk mengubah posisi PDIP menjadi bagian dari koalisi partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono. Menurut Puan, jika itu terjadi maka harus merombak semua hasil Kongres di Bali.
"Hasil kongres di Bali sudah jelas seperti itu. Itu bukan keputusan orang per orang, kalau mau dirubah harus rubah juga hasil kongres," paparnya.
Meski demikian, cucu Bung Karno ini tidak mau berspekulasi lebih jauh soal hubungan PDIP dan Partai Demokrat. Menurut dia, dinamika politik bisa saja berubah setiap waktu.
"Ke depan kita lihat bagaimana akan berubah atau tidak. Tergantung sejauh mana dinamikanya," tegas Puan.
Acara khitanan putra Puan tersebut berlangsung pada hari Minggu 17 Oktober lalu. Sejumlah tokoh PD hadir, seperti Marzuki Alie dan Max Sopacua.
(mad/lh)










































