Kepada hakim, Shawish mengatakan bahwa kehancuran Yaman berada di tangan para militan. Di persidangan, pria itu mengakui keterlibatannya dengan Al Qaeda, termasuk atas serangan-serangan di lokasi-lokasi minyak, pangkalan militer dan pos-pos pemeriksaan.
Jaksa menyatakan, keahlian terdakwa adalah merakit bom dan menyiapkan para pengebom bunuh diri. Menurut jaksa, terdakwa mendalami soal bahan peledak ketika berlatih bersama para militan di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hukuman untuk ini adalah hukuman mati," tandasnya.
Otoritas Yaman gencar melancarkan serangan-serangan udara terhadap tempat-tempat yang diduga sebagai persembunyian militan. Operasi ini dilakukan di tengah meningkatnya serangan-serangan militan terhadap target-target pemerintah dan Barat di negara Semenanjung Arab itu.
(ita/nrl)











































