Massa memecahkan sejumlah kaca, pintu, kursi dan meja dibanting dan dirusak.
"Benar ada aksi anarkis di Polsek Gorom yang dilakukan sejumlah warga. Mereka anggap ada penghinaan terhadap rajanya," kata Kapolsek Gorom, Iptu Noh Arey, kepada detikco, Selasa (19/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azis dan 5 orang warga Amarsekaru kemudian berdebat sengit. Mereka lantas menghakimi Azis hingga wajah Azis bonyok.
Azis dan 5 orang warga lalu dibawa ke Polsek Gorom untuk dimintai keterangan. Sejumlah personel Polsek Gorom memediasi dua pihak.
"Korban dan kelima warga sudah sepakat damai setelah personel saya memberikan pengertian dan mediasi kepada mereka," kata Arey.
Namun rupanya kasus ini menyebar ke telinga warga Amarsekaru lainnya. Warga berbondong-bondong menyambangi Polsek Gorom dengan menumpang empat buah speedboat berlabuh di Pelabuhan Ondor.
Warga langsung menuju Polsek Gorom dengan membawa senjata tajam. Sejumlah personel polisi yang berada dalam kantor terpaksa menyelamatkan diri sambil membawa lari Azis.
Polisi dan Azis terus dikejar warga yang menginginkan agar Azis dihadirkan dihadapan massa.
"Personel saya tengah mengamankan korban di tempat yang jaraknya sekitar 5 km dari Polsek," kata Arey.
Warga juga menuju rumah Kapolsek Gorom. Tetapi, warga ternyata salah sasaran. Mereka merusak rumah milik warga setempat, bukan rumah Kapolsek.
"Saat ini, saya ada di Kota Bula. Mereka sempat memasuki sebuah rumah warga yang disangka rumah Kapolsek. Pintunya sempat dihancurin," kata Arey.
Warga kemudian membubarkan diriย menuju pelabuhan Ondor dan kembali ke Amarsekaru. "Menurut personel saya, situasi sudah terkendali. Massa sudah kembali ke Amarsekaru," ujar Arey.
Arey mengatakan akan menyelesaikan kasus tersebut secepatnya agar tidak berimbas luas. Menurut dia, 30 personel Polres SBT sedang menuju TKP.
(han/aan)











































