Menurut jubir Palang Merah Alex Rosete seperti dilansir AFP, Selasa (19/10/2010), empat orang tewas pada Senin kemarin di Provinsi Pangasinan. Tiga di antara mereka tewas setelah kejatuhan bangunan dan lainnya karena kesamber petir.
Tiga orang lainnya tenggelam dalam gelombang badai yang menghancurkan kota pantai Maconacon di Provinsi Isabela, yang menanggung beban kemarahan Megi pada hari Senin. Demikian dikatakan Gubernur Faustino Dy. Sedangkan 3 lainnya tewas di Luzon, pulau utama Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juli lalu Presiden Benigno Aquino memecat kepala badan meteorologi karena gagal memperkirakan kekuatan topan yang tiba-tiba berubah arah, menghantam Manila, dan menewaskan lebih dari 100 orang.
Pada 2006, angin kencang dengan kecepatan 155 km/jam menyebabkan tanah longsor, menimbun desa-desa, dan menewaskan sekitar 1.000 orang.
Badan meteorologi mengatakan kekuatan Topan Megi diperkirakan akan melemah begitu mencapai daratan dan meninggalkan wilayah Filipina utara.
Namun Megi akan muncul lagi di Laut Cina Selatan dan kekuatannya akan kembali pulih begitu melaju ke Cina Selatan. Megi juga disebut sebagai topan tropis paling kuat tahun ini.
(nrl/vit)











































