Ray Rangkuti: Kerja 5 Tahun Sekali, KPU Kok Perlu Gedung Baru

Ray Rangkuti: Kerja 5 Tahun Sekali, KPU Kok Perlu Gedung Baru

- detikNews
Selasa, 19 Okt 2010 08:18 WIB
Ray Rangkuti: Kerja 5 Tahun Sekali, KPU Kok Perlu Gedung Baru
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengajukan anggaran untuk pembangunan gedung baru senilai Rp 100 miliar disayangkan banyak pihak. Seharusnya KPU memperbaiki kinerja institusi lebih dulu dibanding menuntut pembangunan gedung baru.

"Jangan dulu lah. Kinerja KPU kan bermasalah, lalu minta pembangunan fisik. Secara moral tidak perlu meminta itu karena mereka sedang kehilangan kredibilitas," kata pengamat pemilu Ray Rangkuti saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/10/2010).

Dalam APBN 2011, banyak sekali institusi pemerintah yang mengajukan pembangunan gedung. Sehingga APBN 2011 tersebut dinilai tidak pro rakyat.

"Lihat bencana Wasior, bantuan terlambat. Ini malahan mau bikin gedung Rp 100 miliar," tambahnya.

Terlebih kinerja KPU terlihat hanya lima tahun sekali. Sedangkan sehari-hari, terlihat lengang. Kesibukan tersebar di KPUD-KPUD guna mengurusi pilkada.

"Kerja 5 tahun saja kok perlu gedung baru," ungkap Ray.

Menurut Sekjen KPU Suripto Bambang Setyadi yang disampaikan dalam rapat konsultasi anggaran dengan Komisi II DPR, Senayan, Jakarta, Senin kemarin (18/10) gedung lama tersebut sudah masuk cagar budaya. Sehingga lebih baik dimanfaatkan untuk tempat Pusdiklat Kepemiluan atau museum arsip.

Argumen Suripto langsung disanggah Ray. "Itu mengada-ada. Yang masuk ke KPU adalah orang pilihan, buat apa diklat," tegas Ray.
(asp/irw)


Berita Terkait