"Tadi kita baru rapat konsultasi soal itu (pengesahan Timur) untuk besok (hari ini) di rapat paripurna," ujar Ketua DPR Marzuki Alie, Senin (18/10/2010).
Sebelumnya Kamis (14/10) Komisi III DPR telah melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada Timur. Dari 9 fraksi yang ada di Komisi III, semuanya menyetujui Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap calon Kapolri nantinya tidak terjebak pada pengaruh politik praktis," kata anggota Komisi III dari PDIP Eva Kusuma Sundari.
Saat fit and proper, tidak banyak hal menarik terjadi. Pertanyaan pada Timur yang cukup kritis, seperti kasus pelanggaran HAM yang diduga melibatkan Timur justru tidak terlalu alot dibahas.
Kemunculan Timur sebagai calon Kapolri cukup mengagetkan banyak pihak, meskipun bagi Ketua Kompolnas Djoko Suyanto semua sudah proses berjalan baik. Timur ternyata menggugurkan dua calon Kapolri yang selama ini namanya justru ramai terdengar yaitu Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Imam Sudjarwo.
"Semua berjalan sesuai sistem dan prosedur. Tidak ada yang mendadak dan tiba-tiba," ujar Djoko.
Timur Pradopo lahir di Jombang, Jatim, 10 Januari 1956. Dia merupakan lulusan Akpol 1978. Dia pernah menjadi Kapolres Jakarta Barat pada 1997-1999 saat peristiwa Trisakti dan Semanggi meletus, Kapolres Jakarta Pusat (1999-2000), dan Kapolwiltabes Bandung (2001) serta menjadi Kapolda Banten, Kapolda Jabar dan terakhir Kapolda Metro Jaya.
(lia/mok)











































