"Sejauh ini belum ada keputusan partai menyangkut wacana yang dikembangkan. Wacana bergabung dengan koalisi kan teman-teman yang mengangkat dan menyimpulkan dari acara syukuran puteranya mbak Puan (Maharani), dan ucapan selamat ulang tahun dari Pak Tjahjo, Mbak Puan atas HUT Demokrat," ujar Wasekjen PDIP bidang Program, Ahmad Basarah kepada wartawan, Senin (18/10/2010).
Kehadiran petinggi Demokrat dalam hajatan yang dilaksanakan Puan, maupun pemberian ucapan selamat yang diberikan pada PD, menurut Ahmad tidak perlu terlalu dibesarkan. Sebagai salah satu parpol besar di Indonesia, tidak ada yang salah jika harus membangun komunikasi yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad mengatakan, sejauh ini PDIP sebagai partai wong cilik tetap berpegang teguh pada idelogi yang dibangun selama ini. Meskipun begitu PDIP akan tetap tampil untuk mengkritisi kebijakan pemerintahan yang dianggap tidak pro rakyat.
"PDIP ini partai nasionalis yang menjadikan ideologi nasionalisme ajaran bung karno jadi hardcore ideologi PDIP, itu adalah gotong royong. Dan untuk pemerintahan saat SBY ini, PDIP bertugas mengawasi jalannya pemerintahan," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, negara tidak bisa berjalan seimbang jika dalam pelaksanaannya tidak dibarengi oleh pengawasan.
"Terjadi kerjasama dalam perspektif ideologi dan politik ketatanegaraan. Bayangkan saja kalau pemerintahan ini tidak ada yang mengontrol, mengawasi maka sistem politik dan ketatanegaraan kita akan timpang tentunya," tegas Ahmad.
Ketika ditanyakan soal kabar adanya pertemuan Puan dan SBY, Ahmad tidak mengaku tahu menahu. Kalau pun itu terjadi, menurutnya itu hanya pertemuan biasa. Dan sebagai pimpinan partai, Puan berhak bertemu dengan siapa saja.
"Saya kira mbak Puan berhak membangun komunikasi politik dengan siapa pun untuk kepentingan yang lebih besar lagi. Kita tidak mengharamkan pertemuan politik dengan pemimpin bangsa yang lain. Namun, apakah pertemuan itu akan berujung pada kesepakatan, tentu kita lihat apakah substansi yang dibicarakan itu masih berkesesuaian atau tidak dengan partai kami," jelas Ahmad.
Sampai saat ini Ahmad memastikan PDIP tetap konsisten sebagai pihak oposisi yang sangat menyongsong Pemilu 2014 lebih baik.
"Kita bukan oposisi yang asal oposisi, tetapi juga menjaga semangat dan solidaritas atas nama kepentingan bangsa yang lebih besar. Dan secara prinsip kita menyongsong 2014 dengan membuka komunikasi politik yang seluas-luasnya dengan semua kekuatan politik bangsa ini," tandasnya.
(lia/mok)











































