Aksi teror bom ini dilakukan oleh seseorang yang mengaku bernama Abdulah. Ia mengancam akan meledakan swalayan di Jl Mayjen Sutoyo melalui saluran telepon yang terima salah seorang pegawai, pukul 15.30 Wita, Senin (18/10/2010).
Dalam percakapan selama satu menit, Abdulah mengaku telah menitipkan bom di loker penitipan barang swalayan. Petugas dan pegawai swalayan ini pun menjadi panik. "Usai mengancam, ia langsung menutup telepon," kata petugas Operasional Security Tiara Dewata Parlin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Gegana Polda Bali pun sigap menyiyir area yang dicurigai sebagai lokasi penitipan bom tanpa menggangu aktivitas para pengunjung. Setelah melakukan penyisiran, polisi tidak menemukan bahan peledak.
(gds/mok)











































