"Motor 2 nggak hilang, yang hilang 3 ponsel saja," ujar Kanit Reskrim Palmerah Inspektur Satu Sugeng Budi kepada detikcom, Senin (18/10/2010).
Karena itu, menurut Sugeng, kasus itu bukan termasuk pencurian melainkan pembunuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak ngerti. Kita belum tanya karena dia belum bisa ngomong, masih di RS," kata Sugeng.
Dewi masih terbaring di RS Pelni, Petamburan, Jakarta Barat. Dewi sudah sadarkan diri namun belum lancar bicara.
Dewi terkena luka bacok di wajah, pipi kanan dan kepala bagian belakang. Kejadian itu bermula saat Dewi dan Budi sedang asyik berbincang-bincang di ruang tamu sebuah rumah di Jalan Anggrek Nelly Murni Nomor 69A, RT 8 RW 1, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu dinihari (17/10).
Keduanya dibacok secara tiba-tiba oleh seseorang secara membabi buta. Pelaku yang langsung kabur hingga kini identitasnya belum diketahui.
Budi langsung tewas di tempat, sedangkan Dewi kritis. Keponakan Dewi, Fiskal (6) sempat disekap oleh pelaku dan mengalami luka bekas pukulan di bagian kepala.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Citra Efri Ekawati (28) yang merupakan kakak Dewi. Citra terkejut ketika sampai di rumah pukul 01.00 WIB mendapati adiknya bersama sang kekasih tergeletak di ruang tamu rumahnya.
Melihat ini, Citra yang shock langsung berteriak, lantas mengundang perhatian dari tetangga sekitar. Warga sekitar tidak ada yang melihat peristiwa ini.
(nik/nrl)











































