"Statemen itu sangat saya sesalkan, apalagi dia (Marzuki Alie) seorang doktor Komunikasi. Dia tidak menyadari pernyataannya itu membuat multitafsir di masyarakat," ujar Ruhut saat dihubungi, Senin (18/10/2010).
Ruhut mengatakan pernyataan itu seolah-olah menunjukkan sedang terjadi sesuatu di internal PD. "Padahal kita sangat rukun dan mesra," lanjut politisi nyentrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahulah kelakuan Pak Marzuki itu," ujar Ruhut tanpa menjelaskan kelakukan seperti apa yang dimaksud.
Pemeran Poltak ini juga mengatakan, pernyataan Marzuki yang sering multitafsir ini bukan yang pertama kali terjadi. Maka itu saat ini internal mulai berbisik-bisik dengan sikap Marzuki tersebut.
"Jadi tindakan yang multitafsir ini sebelumnya juga saat pemaparan pembangunan gedung baru, kemudian mengundang calon Kapolri sebelum uji kepatutan dan kelayakan, dan terakhir pernyataan soal pidato tersebut. Kalau sampai sekarang kami masih urut dada saja," jelasnya.
Ruhut juga meminta agar Marzuki memperbaiki diri. "Karena beberร pa anggota mulai bisik-bisik sama aku, gimana si bang Pak Marzuki ini suka membuat blunder statement nya. Makanya saya rasa Marzuki harus hati-hati dalam membuat pernyataan," tutup Ruhut.
Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus Ketua DPR RI, Marzuki Alie, angkat topi soal kemampuan pidato Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Bahkan, ia mengakui SBY kalah hebat berpidato dibandingkan Anas.
"Kalau soal pidato Mas Anas ini nomor one di Republik Indonesia. Pak SBY pun bisa kalah kalau soal pidato-pidato," puji Marzuki kemarin saat menghadiri HUT ke 9 PD.
(lia/ndr)











































