"Itu biasa, sudah ada pengamanan objek vital. Formatnya tetap," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/10/2010).
Menurut Agus, pihaknya sudah mempersiapkan pasukan-pasukan yang siaga untuk pengamanan hari tersebut. Semua akan diterjunkan jika ada permintaan bantuan dari Kepolisian.
Namun Agus belum mau mengungkapkan berapa jumlah personel TNI yang disiapkan.
"Kita siapkan, jumlahnya jangan tanya saya, kita siapkan," sambungnya.
"Itu normal, sudah dipersiapkan pasukan-pasukan standby untuk membantu kepolisian kalau butuh bantuan," tegasnya.
Saat ini, TNI sedang mengumpulkan informasi dan pendataan terkait rencana aksi tersebut. Data tersebut diperlukan sebagai bentuk antisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Sementara ini semua kita kumpulkan datanya dulu," tutupnya.
Seperti diketahu, tanggal 20 Oktober mendatang akan dijadikan sebagai hari untuk mengevaluasi pemerintahan SBY-Boediono lewat aksi unjuk rasa. Sejumlah LSM seperti Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) pimpinan Adhie Massardi dan Petisi 28 sudah memastikan akan menggelar demo.
Namun belum bisa dipastikan berapa jumlah massa yang akan turun ke jalan.
(mad/nwk)











































