"Tidak ada alasan yang membuat kita keluar dari Setgab," ujar Priyo usai menghadiri pertemuan SBY dengan pimpinan 7 lembaga tinggi negara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/10/2010).
Menurut dia, bila ada beberapa orang Golkar yang berpikiran sebaiknya partai berlambang beringin itu keluar dari koalisi adalah hal yang wajar. Yang paling penting adalah Golkar masih tetap ingin bersama Setgab dan mengawal pemerintahan sampai dengan 2014.
"Hubungan dengan SBY juga bagus-bagus saja. Kalau ada letupan seperti mohon dipahami. Golkar partai besar sehingga pandangan yang demokratis perlu diakomodir," sambung Priyo.
Di rapim akan bahas posisi Golkar di Setgab? "Saya rasa rapim tidak akan memutuskan keluar dari Setgab," kata pria berkaca mata ini.
Sebelumnya, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) akan mengusulkan DPP Partai Golkar untuk mengkaji ulang posisi partai di Sekretariat Gabungan Partai Koalisi. Sayap kepemudaan Golkar ini juga meminta partainya menegaskan komitmen politik di antara sesama anggota Setgab.
"Boleh dong pikir ulang terhadap Setgab, kita akan usul kaji ulang keberadaan Golkar di Setgab. Sebab apa pun yang kita perbuat, sebagai ketua harian, kalau salah yang kena Golkar. Kalau menang, bukan yang kita menerima," kata Ketua Umum AMPG, Yorrys Raweyai, di sela-sela Seminar Nasional di kantor DPP Partai Golkar, Sabtu (16/10).
(vit/nrl)











































