TK berbicara di hadapan pers usai pertemuan tertutup digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Senin (18/10/2010). Presiden SBY dan pimpinan lembaga negara lainnya berdiri berjajar di belakang TK.
"Pertemuan kami sudah ketiga kalinya. Pertama di Istana Negera, di Bogor, dan sekarang di sini. Bagus kalau kita bisa bertemu setidaknya empat kali setahun," kata TK sambil menengok ke Presiden SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perlu mantapkan dalam aktualisasi, perlu pemantapan presidensial serta pemantapan sistem ekonomi dan otonomi daerah," kata TK.
Di akhir pidatonya, TK mengucapkan terima kasih kepada Presiden SBY dan seluruh pimpinan lembaga yang hadir. "Saya terima kasih kehadiran Presiden dan para ketua lembaga," kata TK sambil tersenyum.
SBY dan para pemimpin lembaga pun membalas senyum TK. Presiden SBY langsung meninggalkan Gedung DPR setelah pidato singkat tersebut.
Pertemuan semacam itu pernah dilakukan di Istana Bogor, Kamis 21 Januari lalu. Pertemuan yang menimbulkan polemik kala itu dihadiri oleh Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MA Harifin Tumpa, Ketua KY Busyro Muqoddas, Ketua MK Mahfud MD, dan Ketua BPK Hadi Purnomo.
Marzuki Alie mengungkapkan ide pertemuan datang dari Taufiq Kiemas dan merupakan tindak lanjut pertemuan lembaga tinggi negara yang digelar di Gedung MPR sebelumnya.
(ken/nvt)











































