Sang Ibunda, Kasiyatun, sudah tiba sejak Senin (18/10/2010) pagi. Namun Kasiyatun tidak bisa langsung masuk karena banyaknya wartawan di Lapas Kelas I Kesambi, Cirebon.
Setelah menunggu beberapa waktu, barulah perempuan yang berblus hitam bunga-bunga ini bisa menjenguk anaknya pukul 10.00 WIB. Kasiyatun bertemu di ruang tunggu, dengan pria yang divonis mati karena membunuh 11 orang itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasiyatun juga membawa kue-kue untuk Ryan. Pepes ikan disimpan oleh Ryan, tapi kue-kue dari ibunya langsung dimakan.
Rupanya, kondisi Lapas yang ramai pagi ini menjadi pembuka obrolan Kasiyatun. "Itu kok wartawan di luar ramai-ramai kenapa?" tanya sang ibunda.
Ryan pun menjawab kalau wartawan itu berdatangan karena mendengar kabar dirinya yang akan menikah. Sang ibu rupanya agak mengeluh dengan kondisi pagi ini.
"Ibu tadi sampai sembunyi dulu," imbuh Kasiyatun.
Selebihnya, pertemuan Ryan dan Kasiyatun berlangsung tertutup dari wartawan. Pertemuan mereka berlangsung 2 jam sampai pukul 12.00 WIB.
Hingga pukul 13.00 WIB, Lapas Kelas I Kesambi Cirebon terus diramaikan belasan wartawan. Mereka bergantian mewawancarai Ryan. Mereka juga menunggu kejelasan rencana pernikahan Ryan yang tertunda.
Pihak Lapas mengizinkan Ryan menikah kalau hanya ijab kabul, namun Ryan ingin ada semacam syukuran pernikahan. Sementara calon istrinya, Eny Winarya, juga enggan melangsungkan ijab kabul, kalau masih banyak wartawan.
(fay/nrl)











































