"Nikah hari ini sih bisa kata Kalapas, tapi hanya untuk ijab kabul saja. Kalau mau dirame-ramein harus menunggu 2-3 hari lagi izinnya," kata Ryan di Lapas Kelas I Kesambi, Cirebon, Senin (18/10/2010).
Bagaimanakah dengan sang calon istri? Menurut Ryan, Eny tidak mau melangsungkan akad nikah kalau di Lapas ramai wartawan. Akibatnya, pernikahan Ryan pun tertunda tanpa kejelasan waktu untuk sementara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, karena pihak Ryan ngotot, mereka pun jadi agak terkatung-katung nasibnya. Sedangkan dalam kesempatan berbeda, Kalapas Kelas I Kesambi Dardiansyah juga menegaskan yang paling mungkin adalah ijab kabul. Lebih dari itu sulit.
"Tapi kita pengennya ada rame-rame, ini yang susah. Eny juga mau nikah kalau nggak ada wartawan," kata Ryan yang tampak kurus karena sakit yang diidapnya.
Rencana pernikahan Ryan memang menarik perhatian media. Pembunuh 11 orang yang diketahui seorang gay ini akhirnya memantapkan hati menikah dengan seorang perempuan.
Kisah Ryan juga menarik perhatian media asing. Film dokumenter Ryan tayang di mancanegara lewat TV kabel di channel Crime and Investigation Network.
Sementara itu, hingga pukul 12.30 WIB, Lapas Kesambi terus diramaikan oleh wartawan berbagai media cetak dan elektronik. Mereka bergantian masuk ke dalam lapas untuk mewawancarai Ryan. Para petugas Lapas juga tampak sibuk mengatur agar suasana Lapas tetap tertib.
(fay/nrl)











































