"Selama ada Megawati susah akan koalisi. Megawati itu Ketua Umum partai tentu dia yang mengendalikan," jelas pengamat komunikasi politik, Sofyan Effendi, saat dihubungi detikcom, Senin (18/10/2010).
Dia menjelaskan, sikap Megawati selama ini sudah jelas bila melihat sikap politiknya. Bahkan terkesan ada menjaga jarak dengan Susilo Bambang Yudhoyono yang notebene Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan kemungkinan PDIP didekati PD terkait reshuffle kabinet, sebenarnya itu merupakan bahasa politik untuk Golkar agar tidak banyak menuntut.
"Sekarang ini kan sudah mulai-mulai adu otot. Nah, sebagai pesan kepada Golkar, PD memberikan sinyal kalau mereka juga dekat dengan PDIP," tutupnya.
Sebelumnya, politisi Demokrat Ruhut Sitompul mengirim sinyal kalau PDIP dan PD lebih mesra dalam menjalin hubungan. Ruhut bahkan berangan-angan PDIP memiliki menteri di KIB II.
"Partai Demokrat lebih mesra dengan PDIP, karena Golkar yang paranoid gara-gara takut kena reshuffle kabinet," ujar Jubir PD, Ruhut Sitompul.
Menurut Ruhut, meskipun partai wong cilik itu berada dalam posisi sebagai oposisi tetapi hubungan Demokrat dengan beberapa tokoh dari PDIP seperti Taufik Kiemas, Pramono Anung, Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo terbilang baik.
"Walau dia oposisi, dia (PDIP) adalah kawan. Kita tetap bina hubungan dengan baik," kata anggota Komisi III DPR ini.
(ndr/fay)











































