Seperti yang ditulis dalam surat elektronik yang dikirimkan ke detikcom, Senin (18/1/2010), adapun beberapa alasan yang menyebabkan tertundanya keberangkatan kapal tersebut adalah karena bertambahnya daftar nama orang yang dilarang masuk ke Gaza oleh pemerintah Mesir.
Sebelumnya yang tidak diperbolehkan masuk ke Mesir hanya George Galloway sebagai pimpinan dari Viva Palestina. Akan tetapi menjelang keberangkatan, dengan alasan yang sedikit aneh dan tidak masuk akal, Mesir menambah daftar nama orang yang dilarang masuk ke Gaza dari seorang saja menjadi 17 orang, termasuk diantaranya nama George Galloway dan juga beberapa nama yang beberapa waktu yang lalu terlibat dalam peristiwa Mavi Marmara, Mei lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tertundanya keberangkatan kafilah Syiryanul Hayah ini tidak disia-siakan begitu saja. Buktinya adalah upaya panitia yang berusaha untuk menaikkan moral dan semangat peserta dengan menyelenggarakan haflah (pentas seni) pada 16 Oktober 2010 malam.
Tepat pada pukul 12.30 waktu setempat, diselenggarakan konferensi pers kembali untuk mengkabarkan kepada seluruh Dunia terkait tentang keputusan Mesir tentang pelarangan 17 orang untuk memasuki Gaza. Konferensi pers ini begitu istimewa karena dihadiri oleh George Galloway sebagai pembicara utama dalam konferensi pers dan konferensi pers ini sebelumnya didahului oleh pidato penyemangat dari Wakil Biro Politik Hamas, Dr. Musa Abu Marzuq.
Dalam pidatonya, Musa mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Syiria yang tidak pelit dan mau berbagi kepada sesama. Kemudian Musa memberikan penghargaan kepada panitia dan peserta konvoi yang telah sabar menunggu selama dua pekan di Camp Muasykar Lattakia untuk berangkat ke Gaza dalam rangka berziarah dan memberikan bantuan kepada penduduk Gaza yang tentu mereka sangat menunggu kehadiran saudara-saudaranya.
Sementara sikap politik Hamas tetap shumud (kokoh) dalam berjuang melawan kebiadaban Israel dan bersabar dalam semua derita serta selalu berupaya untuk terus berjuang tanpa kenal lelah hingga Palestina merdeka.
Sementara George memaparkan beberapa hal dalam konferensi pers. Diantaranya adalah ungkapan ketidaklogisan keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Mesir Husni Mubarok ketika menyatakan pelarangan 17 nama untuk memasuki Gaza. 17 orang yang tidak diperbolehkan oleh pemerintah Mesir adalah George Galloway sendiri, 5 orang peserta konvoi dari Inggris termasuk didalamnya Zahir, spokesman VP5, kemudian 2 orang peserta dari Turki, 10 orang dari Jordania, termasuk diantaranya adalah Syaikh Ismail, seseorang yang berusia 83.
"Pelarangan ini adalah keputusan yang aneh dan konyol dari seorang Husni Mubarak", papar George.
Sikap Mesir ini berbeda sekali dengan apa yang sudah dilakukan oleh Syria. Dan secara personal, George mengharapkan agar Bangsa Arab lainnya juga mengikuti apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Syria.
Beberapa alasan yang dikeluarkan oleh pemerintah Mesir terdengar tidak logis dan tidak berdasar. Salah satunya adalah pelarangan hanya karena ada peserta yang menjadi peserta pada konvoi Freedom Flotilla yang selamat dari kekejaman tentara Israel pada tragedi Mavi Marmara, Mei lalu. Hal ini tidak logis dan menambah tendensi yang terbangun bahwa 'Mesir ada main dengan Israel'.
Bagaimana tidak, orang yang selamat dari kebrutalan tentara Israel ketika itu malah dilarang untuk memasuki Gaza. Dari sini terlihat pemerintah Mesir tidak mau membuat malu Israel karena telah mengizinkan orang yang selamat dari perbuatan kejam Israel berhasil tembus ke Gaza.
Selain itu alasan yang tidak berdasar yang diungkapkan oleh pemerintah Mesir adalah beberapa nama yang dilarang tersebut tidak tertera pada list peserta VP5 kali ini. Dan juga kesalahan yang dibuat oleh pemerintah Mesir seperti Aminah dari Inggris yang di sangka isteri George yang juga bernama Amina. Padahal George tidak pernah menikahinya, bahkan ia katakan Aminah pun mungkin tidak mau menikah dengannya.
Ada lagi peserta yang tidak pernah mendaftar dan tidak tercatat oleh panitia yaitu
Zaki anggota parelemen Yordan, juga ada peserta warga negara Yordan yang disangka dari Turki. Sehingga tidak diperkenankan menuju Gaza.
Akan tetapi, walau 17 nama itu masih akan dalam proses pembicaraan dengan pemerintah Mesir, keberangkatan peserta VP5 lainnya akan tetap pada jadwal yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu Senin pagi pukul 08.00 waktu setempat menuju Pelabuhan Lattakia. Sampai saat ini 17 nama yang dilarang tersebut akan terus diperjuangkan agar rombongan kafilah Syiryanul Hayah 5 memasuki Gaza.
(nik/nrl)











































