Terkait dengan pelaksanaan pilkada ini, Naming D. Bothin atau yang akrab dipanggil Wan Naming, sebagai salah satu tokoh masyarakat Depok yang juga kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Depok, memberikan komentar.
Menurutnya, pilkada ini adalah pesta rakyat yang telah diatur oleh Undang Undang dan menghabiskan anggaran cukup besar. Oleh karena itu hendaknya didukung bersama dan dihormati keputusannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, KPUD, panwas, dan semua petugas sudah bekerja maksimal. Saya bukan orang yang suka menyalahkan. Mereka sudah bekerja sebaik mungkin, dan sudah cukup. Yah, tidak bisa dipungkiri kekurangan ada, tapi itu manusiawi," ujarnya Wan Namin akhir pekan lalu.
Wan Naming juga mengatakan, salut pada KPUD yang dengan cepat mengambil keputusan bahwa pemilih yang belum menerima undangan dapat tetap mencoblos dengan membawa KTP dan KK.
Bila ada yang mengatakan kecewa dengan pilkada yang sudah berlangsung dan akan maju ke MK, menurutnya itu tidak masalah.
"Kan semuanya sudah diatur dalam UU. Mau maju silakan saja tapi harus didasari pada keyakinan untuk menguji kebenaran bukan dengan dasar kekecewaan karena kalah," terangnya.
Sebelum menutup pembicaraan, Wan Naming yang juga menjadi tokoh Golkar berharap agar masyarakat menyikapi dengan damai hasil Pilkada ini.
"Intinya saya ingin menyampaikan agar masyarakat tenang, jaga kota kita, jangan dirusak. Kita sudah mengeluarkan banyak biaya untuk pemilihan ini, hormati hasilnya dan mari kita membangun bersama," terangnya.
Menurut hasil quick count Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis,seperti dilansir pada berita sebelumnya, menunjukkan pasangan Nur Mahmudi Ismail dan Idris Abdul Shomad meraih dengan 38,38 persen. Sementara itu, pasangan Badrul Kamal dan Priyanto 27,78 persen, Yuyun dan Peradi mengantongi 22,93 persen serta Gagah dan Derry 10,91 persen.
(ndr/ndr)











































