PDIP: Tidak Ada Deal Soal Menteri Dengan Demokrat

PDIP: Tidak Ada Deal Soal Menteri Dengan Demokrat

- detikNews
Senin, 18 Okt 2010 08:12 WIB
Jakarta - PDIP Mengakui adanya hubungan baik dengan sejumlah partai politik termasuk Partai Demokrat. Namun PDIP membantah adanya deal posisi menteri dibalik kedekatan yang muncul ditengah hembusan isu reshuffle kabinet itu.

"Tidak ada deal untuk posisi di kabinet (menteri)," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Senin (18/10/2010).

Isu kedekatan kedua partai ini berhembus kencang setelah Pengamat  Politik Burhanudin Muhtadi dalam sebuah diskusi mengatakan, PDIP menyiapkan Widya Purnama untuk masuk dalam kabinet. Widya disebut- sebut sebagai sosok yang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tjahjo, membangun komunikasi dengan sesama partai politik adalah hal yang wajar. Menghargai posisi masing-masing partai politik kiranya memang patut dilakukan dalam demokrasi.

"Posisi politik PDIP kiranya harus dihargai parpol lain," tegasnya.

Menanggapi semakin kencangnya isu PDIP merapat dengan Demokrat, Tjahjo menegaskan, posisi PDIP sampai saat ini masih berada di luar pemerintahan SBY-Boediono sebagai partai oposisi.

"PDIP tetap terikat kepada keputusan Kongres III di Bali," tandasnya.    

Kabar kalau PDIP merapat ke Partai Demokrat (PD) kian santer setelah kunjungan Wakil Ketua Pembina PD Marzuki Alie dalam khitanan putra dari Puan Maharani, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma, di Ritz Carlton. Kunjungan tersebut semakin menguatkan indikasi kedekatan kedua partai ini.

Namun, dalam acara yang sama dengan Marzuki, Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo menampik kabar yang menyebutkan adanya niatan PD untuk merangkul Widya karena faktor kedekatannya dengan Megawati. Tjahjo mengatakan, Widya adalah kader Partai Gerindra.

Semakin mesranya hubungan kedua partai tersebut ditunjukan oleh dua karangan bunga dari Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dan Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo dalam HUT Partai Demokrat ke-9 di Istora Senayan Minggu malam (18/10/2010).

(did/van)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini