SBY: Partai Koalisi Harus Bersahabat

SBY: Partai Koalisi Harus Bersahabat

- detikNews
Minggu, 17 Okt 2010 21:36 WIB
SBY: Partai Koalisi Harus Bersahabat
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Presiden SBY, meminta partai koalisi pemerintah menjaga kekompakan. SBY tidak mau koalisi saling serang karena kepentingan politik praktis masing-masing.

"Kita serukan kepada mitra kami papol di negeri ini terus jaga tali persahabatan demi kepentingan bangsa yang lebih besar," tegas SBY.

Hal ini disampaikan SBY dalam pidato peringatan hari ulang tahun PD yang ke-9 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (17/10/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pidatonya ini, SBY menuturkan bahwa perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal yang wajar. SBY berharap perbedaan pandangan antar parpol dalam koalisi tidak berujung konflik yang justru merugikan rakyat.

"Posisi politik kita bisa berbeda, tapi demi rakyat tidak sepatutnya hidup dalam pertentangan. Bangsa kita amat majemuk, kita telah berjuang berusaha keras memelihara persatuan, integritas dan kebersamaan," imbau SBY.

SBY kemudian mengajak partai koalisi untuk menyatukan pandangan dalam setiap persoalan. Koalisi dimintanya tetap bersatu mensejahterakan rakyat.

"Jangan karena parpol berbeda jutru pertentangan, jarak makin lebar mari kita cegah. Parpol jangan malah memecah belah rakyat kita," tandas SBY.

Sebelumnya, meskipun Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical menjabat Ketua Pelaksana Harian Setgab Koalisi, Partai Golkar belum merasa puas. Sebab, banyak masukan-masukan dari Golkar yang disodorkan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu dalam forum Setgab, justru tidak diakomodir.

"Pak Ical jadi Ketua Pelaksana Setgab Koalisi, tapi mengapa banyak konsep yang Golkar tawarkan tidak diakomodir?" ungkap politisi senior Partai Golkar, Firman Subagyo.

Firman juga memaparkan beberapa usul Golkar yang belum diakomodir Setgab yakni soal isu defisit anggaran dan budgeting serta anggaran infrastruktur daerah yang sampai sekarang belum dapat perhatian.

Namun demikian, secara halus Ical sudah membantah statement tersebut. Ical pun menganggap wajar perbedaan di Setgab koalisi.

"Mengenai Setgab, kita memerlukan diskusi, perbedaan pendapat itu biasa dan tidak ada masalah. Dan tidak berarti kami tidak nyaman," kata Ical.

(van/did)


Berita Terkait