Marzuki datang ke acara pesta khitanan putra Puan Maharani, Praba Diwangkara Caraka Putra Soma, di Ballroom Pacific Place, Ritz Carlton, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (17/10/2010).
Mengenakan batik, Marzuki disambut hangat Ketum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas. Namun, Marzuki tidak duduk satu meja dengan Mega. Mega dan Taufiq tampak duduk semeja dengan Menlu Marty Natalegawa.
Nuansa hangat terlihat ketika Marzuki berpamitan dengan Megawati. Mega yang mengenakan kebaya hijau tersenyum simpul saat Marzuki membungkuk menyalami mantan Presiden RI ini.
Dalam perjamuan tadi tidak hanya Marzuki yang hadir dari Partai Demokrat. Ada Sekretaris Dewan Pembina PD Andi Malarangeng dan mantan Sekjen PD sekaligus Sekretaris Setgab Koalisi, Syarief Hasan.
Saat ditanya soal sinyalemen PD akan merapat ke PDIP dalam reshuffle, Marzuki pun tidak menampik.
"Dalam politik 1.001 kemungkinan, enggak ada yang tidak bisa," jawabnya diplomatis.
Wacana kedua partai ini merapat kian santer menjelang setahun pemerintahan SBY-Boediono dan wacana reshuffle. Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dalam sebuah diskusi mengatakan PDIP menyiapkan Widya Purnama untuk masuk dalam kabinet.
Namun, dalam acara yang sama dengan Marzuki, Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo menampik kabar yang menyebutkan adanya niatan PD untuk merangkul Widya karena faktor kedekatannya dengan Megawati. Tjahjo mengatakan, Widya adalah kader Partai Gerindra.
"Widya itu bukan kader PDIP, bukan anggota PDIP, bukan juga simpatisan PDIP. Yang saya tahu dia itu Gerindra, dia tim ahlinya Pak Prabowo waktu pilpres kemarin," kata Tjahjo.
(fay/vit)











































