"Pak JK memuji Tel Aviv sebagai kota yang Indah. Pak JK memilih hotel di dekat pantai yang berpasir putih," kata Egy Massadiah, salah seorang anggota rombongan JK dalam SMS-nya ke detikcom, Minggu (17/10/2010).
Egy mengatakan, selama ini orang-orang punya kesan Tel Aviv identik dengan desingan peluru dan perang, padahal kenyataannya tidak sepenuhnya benar. Karena itu, JK mengunjungi Palestina dan Israel agar mengenal lebih dekat. Tujuannya, agar bisa mencari solusi dan membahas masa depan perdamaian kedua pihak yang bertikai.Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Egy menjelaskan, JK melakukan pendekatan kekeluargaan terhadap kedua pihak, termasuk ke pihak Israel.
"Pak JK disambut hangat. Pak JK membahas upaya perdamaian dengan petinggi MDA, semacam palang merah Israel. Dia mendengar sudut pandang Israel terhadap Palestina," ucapnya.
Sejak 13 Oktober lalu, JK yang juga Kordinator Palang Merah dan Bulan Sabit Merah se-Asean berada di Palestina untuk memenuhi undangan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) untuk membahas masa depan perdamaian Palestina-Israel. Presiden PRCS Younis Alkhattib meminta JK untuk lebih aktif lagi membahas masa depan perdamaian Israel Palestina.
Selama di Palestina dan Israel, JK mengunjungi kota pengungsi di Nablus, kota yang dikuasai Israel. JK juga mengunjungi monumen Yasser Arafat dan salat Jumat di Mesjid Aqsa, Jerussalem.
JK bertemu dengan Imam Besar mesjid Aqsa, Mohammad Husain dan berbincang terkait persoalan kedua negara. JK juga mengunjungi Tembok Ratapan (Western Wall Piaza) yang berada di samping Mesjid Aqsa.
(gun/vit)











































