Pengamat UGM: Tidak Mudah Bagi Golkar Bila Capreskan Ical

Pengamat UGM: Tidak Mudah Bagi Golkar Bila Capreskan Ical

- detikNews
Minggu, 17 Okt 2010 14:35 WIB
Pengamat UGM: Tidak Mudah Bagi Golkar Bila Capreskan Ical
Jakarta - Dalam Rapim Partai Golkar yang akan digelar Minggu ini, masalah pencapresan sempat disebut akan menjadi salah satu bahasan. Namun tidak mudah bila Golkar bicara pencapresan sekarang. Tidak mudah pula jika yang dicapreskan adalah Aburizal Bakrie alias Ical.

Demikian disampaikan pengamat politik dari UGM, AAGN Ari Dwipayana dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (17/10/2010).

"Hal yang dihadapi Golkar itu dilema, karena harus berdiri di dua logika politik," ujar Ari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Logika politik pertama adalah keberadaan Golkar dalam format koalisi. Dengan demikian, Golkar akan terlibat dalam proses bersama koalisi dan turut serta menentukan penyusunan agenda.

"Ini dihadapkan dengn logika lain yaitu electoral, untuk membangun batas identitas politik yang tegas dengan Demokrat, dengan SBY," sambung Ari.

Menurutnya, selentingan-selentingan akan adanya pencapresan maupun dorongan agar Golkar keluar dari Setgab merupakan kegelisahan-kegelisahan sebagian orang Golkar. Sebab beberapa di antaranya meresa Golkar akan merasa dirugikan karena berada dalam koalisi.

"Semua keuntungan politik diambil Demokrat. Posisinya jadi agak aneh (kalau mau bicarakan pencapresan) karena masih berada dalam kekuasaan koalisi. Padahal juga perlu membangun identitas politik. Jadi kalau mau pencapresan, tidak sekadar mencetuskan nama tapi juga membangun identitas politik, ikon politik," tutur Ari.

Ari berpandangan, dalam waktu 2,5 tahun ini Golkar akan berupaya menikmati perannya dalam fase di dalam koalisi. Setelah itu, baru akan melakukan manuver-manuver politik. Meskipun disadarinya, untuk bisa melaju pada 2014 sudah bisa dimulai dari sekarang.

"Kalau Ical (dicapreskan), jadi beban Golkar. Selain karena masalah popularitas politik, ada kasus Ical yang belum selesai. Meskipun dia punya kemampuan finansial, tapi ada PR Ical yang harus diselesaikan Golkar," ucap dia.

Sebelumnya Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo menyebutkan bahwa pencapresan Aburizal Bakrie alias Ical pada 2014 akan dibahas di Rapim Partai Golkar. Namun Ical, saat dimintai konfirmasi soal pencapresannya justru membantah.

"Tentang bagaimana Golkar mencari capres. Dengan survei dan sebagainya, dikatakan Ical sebagai calonnya. Jadi saya kira, itu tidak benar karena tidak ada keputusan apa pun mengenai calon presiden," kata Ical kepada wartawan sebelum membuka Seminar Nasional di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakbar, Sabtu (16/10/2010) kemarin.
(vit/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads