Husain, Minggu (17/10/2010), pergi ke Masjid Nabawi untuk salat subuh bersama teman-temannya. Namun usai salat, kakek berusia 68 tahun itu terpisah dari rombongannya. Ia berjalan sendirian keluar dari masjid.
Belum jauh berjalan, ada dua pemuda yang mengenakan batik mendekati Husain. Tanpa ba bi bu, mereka merampas tas pria yang sehari hari berjualan rempah-rempah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mengambil uangnya, dua pemuda itu lantas meninggalkan Husain begitu saja. Untung Husain kemudian ditolong petugas haji dan dibawa ke Daker Madinah.
"Di tas saya ada uang Rp 3 juta dalam bentuk riyal. Sekarang saya tidak punya uang sama sekali," kata calhaj yang menginap di Hotel Dyar Assalam itu.
Penjambretan terhadap Husain merupakan kasus kriminalitas kedua yang menimpa jamaah Indonesia di sekitar Masjid Nabawi.
Sebelumnya Dola Tanjung kehilangan Rp 15 juta karena tertipu orang yang menjanjikannya akan mengantarnya ke pemondokan. Calhaj asal Medan itu diajak masuk mobil dan kemudian uangnya diambil.
Menyusul banyaknya kasus kriminalitas tersebut, jamaah harus lebih waspada bila pergi dan pulang dari Masjid Nabawi. Usahakan jangan sendirian dan tidak usah membawa banyak uang.
"Hati-hati. Jangan mudah percaya pada orang yang pura-pura akan memberikan bantuan," kata Kepala Daker Madinah Subakin Abdul Muthalib.
Petugas pengamanan haji Madinah sebelumnya telah menangkap dua pria yang diduga akan menipu calhaj Indonesia. Salah satu tersangka yang ditangkap mengenakan baju batik dalam aksinya.
(iy/fay)











































