"DPR tidak perlu menunjuk atau mencari kambing hitam pihak lain seperti tempat hiburan malam atau bahkan Istana utk kampanye anti rokok. Justru DPR harus jadi pionernya," kata anggota Komisi III DPR, Didi Irawadi Syamsuddin dalam email kepada detikcom, Minggu (17/10/2010).
Menurut salah satu Ketua DPP Partai Demokrat ini, para anggota dewan harus menjadi teladan untuk tidak merokok sembarangan. Selama ini, mereka kerap kebal-kebul di dalam ruang rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didi menambahkan, DPR harus introspeksi soal kebiasaan merokok dalam gedung. Pimpinan Komisi, Panja atau Pansus harus tegas dalam rapat, ketika melihat anggota dewan yang merokok.
"Kerap kali segan untuk menegur dan memperingatkan anggota-anggotanya yang seenaknya merokok. Padahal tata tertib DPR jelas melarang dan juga ada Perda-nya," ujar Didi.
Akibat sebagian anggota DPR yang gemar merokok, lanjut Didi, ruang DPR menjadi tidak sehat. Anggota DPR yang tidak merokok, pegawai dan pengunjung yang tidak merokok pun menjadi perokok pasif yang dirugikan.
"Celakanya juga, perilaku tersebut menjadi tontonan buruk keseharian oleh rakyat, melalui media TV dan sebagainya," tutupnya.
(fay/vit)











































