"Data per 16 Oktober siang tadi, korban hilang ada 157 orang," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes, Mudjiarto, lewat pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (16/10/2010) malam.
Selain itu, korban yang dipastikan tewas juga terus bertambah. Saat ini, ada 155 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk jumlah pengungsi, total yang berada di Wasior saat ini berjumlah 2.652 jiwa. Lalu di Kodim 1.237, BLK 1.246 dan Nabire ada 355 jiwa.
"Semua masih dalam penanganan dan perawatan," tutupnya.
Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Pusat sebelumnya merilis, gejala penyakit malaria mulai menjangkiti sejumlah korban banjir bandang di Wasior, Papua Barat. Sedikitnya 10 orang korban banjir sudah terserang malaria.
Mereka yang terserang malaria yakni para pengungsi dan relawan yang tersebar di beberapa tempat pengungsian di Wasior.
Tidak hanya itu, BSMI juga melaporkan penemuan dua jenazah korban di Wasior. 2 Jenazah ditemukan di sekitar kantor DPRD lama di Kota Wasior pada pukul 08.45 WIT.
Mayat tersebut ditemukan saat para relawan sedang melakukan pengerukan lumpur dan sampah banjir.
Satu mayat ditemukan di sekitar kantor DPRD lama Kota Wasior. Mayat tersebut berjenis kelamin perempuan diketahui bernama Irawati. Sedangkan satu mayat lagi berjenis kelamin laki-laki dan masih anak-anak.
Mayat anak-anak tersebut langsung dimakamkan mengingat tidak diketahui identitasnya. Sementara mayat perempuan yang ditemukan itu dibawa oleh keluarganya karena sebelumnya suami Irawati telah melaporkan kehilangan istrinya dengan menyebutkan ciri-ciri sang istri.
Irawati memiliki ciri-ciri, tinggi tubuh 156 cm, rambut lurus sebahu, celana panjang warna hitam, menggunakan ikat pinggang, cincin di jari manis kiri, dan memakai kalung polos model rantai
bulat-bulat.
(mad/mad)











































