Dilansir AFP, Sabtu (16/10/2010), regu tim penyelamat saat ini sedang mengebor jalur pegunungan untuk melakukan evakuasi terhadap para penambang tersebut.
Sejak Jumat (15/20/2010), keempatnya terperangkap setelah sebuah ledakan terjadi dan menutup pintu keluar dari tambang. Kini, mereka diperkirakan berada di kedalaman 150 meter di bawah tambang Casa Negra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum bisa berkomunikasi dengan cara apa pun," kata Deputi Pertambangan Ekuador, Jorge Espinosa.
Keempat penambang tersebut dipimpin oleh Walter Vera dan ketiga saudara laki-lakinya Angel Vera, Pedro Mendoza dan Paul Aguirre.
Sebelumnya, ledakan juga terjadi di areal tambang batubara di China. Akibatnya, ada 20 penambang tewas.
Lebih dari 30 penambang lainnya dilaporkan terperangkap di bawah tanah. Peristiwa itu terjadi di Provinsi Henan pada Sabtu pagi waktu setempat. Ledakan sekitar pukul 6 pagi waktu setempat itu terjadi di tambang milik perusahaan Pingyu Coal & Electric Co Ltd di Kota Yuzhou. Operasi penyelamatan saat ini tengah berlangsung.
Musibah ini terjadi tak lama setelah dunia dibuat takjub dengan operasi penyelamatan dramatis para penambang Chili. Sebanyak 33 penambang telah terperangkap jauh di bawah perut bumi selama 69 hari. Mereka semua telah berhasil diselamatkan dalam upaya penyelamatan yang diliput langsung oleh sekitar 2 ribu jurnalis dari berbagai negara. (mad/mad)










































