Mereka yang terserang malaria yakni para pengungsi dan relawan yang tersebar di beberapa tempat pengungsian di Wasior.
Demikian rilis dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Pusat, yang diterima detikcom, Sabtu (16/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi cuaca, debu jalanan, dan adanya nyamuk yang mengandung parasit malaria juga menjadi penyebab penyebaran malaria di Wasior.
Kondisi itu diketahui setelah BSMI melakukan mobile klinik di beberapa titik pengungsian dan posko relawan polisi serta posko utama BSMI di Masjid Al Falah Wasior.
Untuk menangani masalah tersebut, kata Sulfiadi, BSMI telah melakukan mobile klinik dengan memberikan obat antimalaria.
Korban meninggal dunia akibat banjir di Wasior terus ditemukan. 2 Jenazah ditemukan di sekitar kantor DPRD lama di Kota Wasior pada pukul 08.45 WIT.
Mayat tersebut ditemukan saat para relawan sedang melakukan pengerukan lumpur dan sampah banjir.
Satu mayat ditemukan di sekitar kantor DPRD lama Kota Wasior. Mayat tersebut berjenis kelamin perempuan diketahui bernama Irawati. Sedangkan satu mayat lagi berjenis kelamin laki-laki dan masih anak-anak.
Mayat anak-anak tersebut langsung dimakamkan mengingat tidak diketahui identitasnya. Sementara mayat perempuan yang ditemukan itu dibawa oleh keluarganya karena sebelumnya suami Irawati telah melaporkan kehilangan istrinya dengan menyebutkan ciri-ciri sang istri.
Irawati memiliki ciri-ciri, tinggi tubuh 156 cm, rambut lurus sebahu, celana panjang warna hitam, menggunakan ikat pinggang, cincin di jari manis kiri, dan memakai kalung polos model rantai
bulat-bulat.
Kebutuhan yang masih sangat diperlukan para korban banjir Wasior adalah pakaian seragam sekolah karena anak-anak korban banjir sudah mulai masuk sekolah.
(aan/aan)











































