Pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di negeri itu tidak sanggup melindungi sepenuhnya warga sipil. Demikian disampaikan seorang pejabat tinggi PBB, Roger Meece di depan Dewan Keamanan PBB di markas besar PBB di New York, AS.
Dikatakan Meece seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/10/2010), skala masalah sangat besar. Apalagi pasukan pemerintah Kongo saat ini juga dituduh terlibat sejumlah kasus baru pemerkosaan dan pembunuhan di bagian timur Kongo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data terbaik yang ada, misalnya, menunjukkan bahwa lebih dari 15.000 pemerkosaan dilakukan tahun lalu di bagian timur DRC," kata Meece yang menjabat kepala Misi PBB di DR Kongo atau UN Mission in DR Congo (MONUSCO).
Diimbuhkan Meece, kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan pemerkosaan itu beroperasi di daerah yang luas. Mereka kerap berbaur dengan penduduk sipil.
"Di daerah yang sangat luas ini -- lebih besar dari ukuran Afghanistan -- mustahil bagi MONUSCO untuk memastikan perlindungan penuh bagi seluruh warga sipil," ujar Meece.
"Untuk mendekati tujuan ini dibutuhkan jumlah pasukan dan sumber daya yang jauh lebih besar," tandasnya pada Dewan Keamanan PBB.
Sebelumnya utusan PBB menyatakan, pasukan pemerintah Kongo telah menyerang kaum wanita dan melakukan pembunuhan di desa-desa yang sama tempat dilaporkannya pemerkosaan massal pada Juli dan Agustus lalu.
(ita/ita)











































