2014 Era Generasi Facebook & Twitter, Ical akan Sulit Bersaing

2014 Era Generasi Facebook & Twitter, Ical akan Sulit Bersaing

- detikNews
Sabtu, 16 Okt 2010 15:06 WIB
2014 Era Generasi Facebook & Twitter, Ical akan Sulit Bersaing
Jakarta - Aburizal Bakrie sudah digadang-gadang Partai Golkar untuk maju menjadi capres 2014. Namun kans pria yang akrab disapa Ical ini dinilai justru sudah habis di 2014 mendatang. Pilpres tahun depan eranya anak muda.

"Siapa yang bisa menggunakan facebook dan twitter akan laku di 2014. Generasi facebook dan twitter dikenal kritis, mereka tidak akan terpengaruh dengan berita televisi," terang Guru Besar Komunikasi Politik UGM, Sofyan Effendi saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/10/2010).

Sofyan menjelaskan, meski Ical memiliki kekuatan finansial melalui perusahaannya di Bakrie Group, serta kepemilikan sejumlah media seperti TVOne, AnTV, dan Vivanews.com tidak akan banyak mempengaruhi citra Ical.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia adalah pengguna facebook nomor dua terbanyak dan twitter 7 juta orang, pengguna HP ada 180 juta. Mereka adalah generasi baru, dan citra Ical lekat dengan tragedi lumpur Lapindo. Ini akan jadi sandungan," terangnya.

Memang banyak yang masih akan terjadi pada 3-4 tahun ke depan. Semuanya bisa diperbaiki, namun dia mengingatkan akan hasil pengamatan ahli intelijen Singapura yang sudah dirilis.

"Golkar akan memiliki kans besar memenangkan pemilu, tapi akan susah memenangkan pemilihan presiden kalau Ketua Umumnya maju menjadi capres. Dukungan media, dukungan uang hanya salah satu unsur saja, bukan semata-mata menjadi faktor mutlak untuk memenangkan pilpres," jelasnya.

Sofyan juga tidak yakin kalau SBY maju lagi pada 2014 akan bisa memenangkan pilpres. "2014 saatnya generasi muda, dan akan menghadapi masyarakt yang lebih kritis," tutupnya.

Sebelumnya Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo menyebutkan bahwa pencapresan Ical pada 2014 akan dibahas di Rapim Partai Golkar. Namun Ical, saat dimintai konfirmasi soal pencapresannya justru membantah.

"Tentang bagaimana Golkar mencari capres. Dengan survei dan sebagainya, dikatakan Ical sebagai calonnya. Jadi saya kira, itu tidak benar karena tidak ada keputusan apa pun mengenai calon presiden," kata Ical kepada wartawan sebelum membuka Seminar Nasional di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakbar.

(ndr/djo)


Berita Terkait