Ical Juga Bantah Golkar Tak Nyaman di Setgab

Ical Juga Bantah Golkar Tak Nyaman di Setgab

- detikNews
Sabtu, 16 Okt 2010 14:38 WIB
Jakarta - Tidak hanya soal pencapresan yang dibantah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie. Ia juga membantah pemberitaan sejumlah media bahwa partainya sudah tidak nyaman di Sekretariat Gabungan Partai Koalisi.

"Mengenai Setgab, kita memerlukan diskusi, perbedaan pendapat itu biasa dan tidak ada masalah. Dan tidak berarti kami tidak nyaman," kata Ical, sapaan akrab Aburizal.

Hal itu dikatakan Ical kepada wartawan sebelum membuka Seminar Nasional di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakbar, Sabtu (16/10/2010). Bantahan itu juga disampaikannya kepada forum saat membuka seminar. Jajaran DPP Partai Golkar hadir dalam acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ical menjelaskan, dalam siaran pers yang disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo kemarin, hanya disampaikan sejumlah hal yang belum bisa dicapai oleh Setgab.

"Kita menyatakan banyak yang belum dicapai kemudian diterjemahkan dengan tidak nyaman di Setgab," jelas Ical.

Firman Subagyo mengatakan, meski Ical menjabat Ketua Pelaksana Harian Setgab Koalisi, Partai Golkar belum merasa puas. Sebab, banyak masukan-masukan dari Golkar yang disodorkan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu dalam forum Setgab, justru tidak diakomodir.

"Pak Ical jadi Ketua Pelaksana Setgab Koalisi, tapi mengapa banyak konsep yang Golkar tawarkan tidak diakomodir?" ungkap Firman tentang ganjalan yang dirasakan para kader Golkar.

Firman juga memaparkan beberapa usul Golkar yang belum diakomodir Setgab yakni soal isu defisit anggaran dan budgeting serta anggaran infrastruktur daerah yang sampai sekarang belum dapat perhatian.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Ical juga membantah akan dimajukan partainya sebagai capres 2014. Ical menegaskan, sampai saat ini partainya belum memikirkan soal pencapresan.

"Tentang bagaimana Golkar mencari capres. Dengan survei dan sebagainya, dikatakan Ical sebagai calonnya. Jadi saya kira, itu tidak benar karena tidak ada keputusan apa pun mengenai calon presiden," kata Ical.
(lrn/djo)


Berita Terkait