Menurut jaksa umum Iran, kedua warga Jerman itu mengaku telah melanggar hukum. "Kedua warga Jerman telah mengakui pelanggaran mereka," kata jaksa umum Gholam-Hossein Mohseni-Ejei.
"Mereka mengejar agenda tertentu," imbuhnya seperti diberitakan televisi pemerintah Iran, Press TV dan dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (16/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, saat ini tak ada informasi baru mengenai kedua reporter Jerman itu. Para diplomat Jerman tidak bisa berbicara pada keduanya.
Pemerintah Iran tidak menyebutkan dakwaan apa yang akan dijatuhkan pada kedua warga Jerman itu. Namun Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya telah menyatakan, keduanya terkait dengan "jaringan antirevolusioner di luar negeri" dan kelompok antirevolusioner di Jerman telah membantu mereka menghubungi putra Ashtiani.
Kantor berita resmi Iran, IRNA memberitakan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Guido Westerwelle telah meminta Menlu Iran Manouchehr Mottaki untuk memaafkan kedua warga Jerman itu. Hal itu disampaikan dalam pembicaraan kedua menteri di sela-sela pertemuan di Brussells, Belgia kemarin.
"Kasus mereka akan ditindaklanjuti dalam kerangka hukum dan sistem peradilan Iran," ujar Mottaki kepada Westerwelle seperti dikutip IRNA.
Otoritas Iran menyatakan, kedua warga Jerman itu memiliki visa turis sehingga tak berhak bertindak sebagai reporter. Menurut media Jerman, kedua reporter tersebut bekerja untuk surat kabar besar Jerman, Bild am Sonntag.
(ita/ita)











































