Keluarga Cendana Pasang Batu Nisan di Makam Soeharto

Keluarga Cendana Pasang Batu Nisan di Makam Soeharto

- detikNews
Sabtu, 16 Okt 2010 13:54 WIB
Solo - Keluarga Cendana memasang batu nisan di atas pusara makam Soeharto. Pemasangan nisan yang terbuat dari batu marmer alam dari Tulungagung tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan seribu hari wafatnya Soeharto.

Nisan berupa marmer putih setinggi 90 cm tersebut dipasang di atas pusara makam Soeharto di kompleks makam keluarga Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Sabtu (16/10/2010). Dua putra putri Soeharto tampak hadir dalam acara tersebut yaitu Hutomo Mandala Putra (Tommy) dan Siti Hutami Endang Adhiningsih (Mamik).

Sebelum pemasangan nisan diadakan doa tahlil yang diikuti puluhan orang. Selain keluarga dan kerabat, nampak hadir beberapa pejabat setempat. Di antaranya Bupati Karanganyar Rina Iriani dan Kapolres Karanganyar, AKBP Edhi Suroso.

Pemasangan nisan itu merupakan bagian dari peringatan seribu hari kematian Soeharto. Sebelumnya, pada 11 Oktober lalu, diadakan persiapan awal berupa pengerukan bagian atas makam untuk pembangunan pondasi nisan. Seluruh proses pemasangan nisan dipimpin Begug Purnomosidi, bupati Wonogiri, yang juga merupakan kerabat dekat Cendana.

Batu nisan yang dipasang hari ini terdiri dari lima bagian, yaitu tiga bagian merupakan kaki nisan, satu bagian badan nisan dan satu bagian lainnya berupa tutup nisan. Sedangkan kepala nisan atau maejan baru akan dipasang pada 22 Oktober mendatang yang merupakan puncak peringatan seribu hari.

Batu nisan tersebut terbuat dari batu marmer putih dari Tulungagung dengan ukuran 1 m x 2,6 dengan tinggi nisan 90 cm. Sedangkan tinggi kepala nisan 30 cm. Dengan demikian jika sudah terpasang seluruhnya, total tinggi nisan 120 cm.

Kepada wartawan, Tommy mengatakan batu nisan tersebut telah disiapkan sendiri oleh Soeharto bersama Ibu Tien saat keduanya masih hidup. Selain menyiapkan nisan sendiri, kata Tommy, juga sudah disiapkan nisan untuk keluarga inti Cendana yang akan dimakamkan di makam keluarga tersebut.

Lebih lanjut, Begug Purnomosidi selaku perwakilan keluarga memaparkan, puncak peringatakan seribu hari wafatnya mantan presiden Soeharto akan digelar pada tanggal 21 dan 22 Oktober mendatang dengan ditandai pembacaan tahlil di lima tempat sekaligus dan penyempurnaan pemasangan batu nisan di makam Soeharto.

Kelima tempat acara tahlilan adalah Masjid Attin TMII Jakarta, Kemusuk (tempat kelahiran Soeharto di Bantul), Kalitan, Astana Giribangun, dan di Monumen Jaten (rumah tempat kelahiran Tien Soeharto di Jaten, Karanganyar). acara tersebut akan diadakan pada 21 Oktober malam. Acara yang paling besar adalah di Masjid Attin yang dipimpim Quraish Syihab.

"Pagi harinya, yaitu tanggal 22 Oktober, akan diadakan pemasangan maejan sebagai tanda lengkapnya pemasangan nisan di makam Giribangun. Direncanakan seluruh putra-putri Almarhum Bapak (Soeharto) hadir pada tersebut," ujar Begug.

(djo/djo)


Berita Terkait