"Untuk mengetahui penyebab terbakarnya kasus ini, penyelidikan dilakukan tim Labfor Polri Makassar. Polda Maluku belum memiliki ahli kebakaran, sehingga diharapkan mereka dapat tiba secepatnya untuk melakukan penyelidikan," jelas Kapolres Malra, AKBP Saiful Rahman via selular, Sabtu (16/10/2010).
Empat korban tewas tersebut adalah Aditia (3), Nadia (6), Halima (56) dan Rosanty Letsoin (21). Sedangkan 8 orang lainnya menderita luka bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Polres Malra, juga belum mengetahui keseluruhan korban terbakarnya kapal naas itu. Hal tersebut disebabkan daftar nama penumpang berada di tangan pemilik kapal.
"Sementara sang pemilik juga ikut menjadi korban," urai Kapolres.
Kapal yang hendak menuju Kecamatan Tayando ini diduga terbakar akibat salah satu drum Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berisi premium mengalami kebocoran. Sehingga saat mesin dijalankan langsung terjadi ledakan dan KM Ahar langsung terbakar hingga akhirnya tenggelam di Pelabuhan Fidabut Tual.
(djo/djo)










































