Korban Kebakaran di Bukit Duri Membutuhkan Bantuan Makanan

Korban Kebakaran di Bukit Duri Membutuhkan Bantuan Makanan

- detikNews
Sabtu, 16 Okt 2010 12:43 WIB
Korban Kebakaran di Bukit Duri Membutuhkan Bantuan Makanan
Jakarta - Api melalap puluhan rumah milik warga Bukit Duri, RT 05 RW 12, Tebet, Jaksel pada Sabtu (16/10) dini hari. Selain harta benda yang lenyap, kini warga menghadapi persoalan mendasar, kebutuhan akan makanan.

"Kami kesulitan untuk memberi makanan bagi warga karena tidak adanya Dapur Umum," ujar salah seorang warga, Rosiati di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Menurut Rosiati, beberapa warga sekitar memberikan bantuan berupa Mie Instan kepada warga. Namun, mie instan tersebut tidak dapat diolah menjadi makanan akibat tidak adanya dapur umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Air minum juga kita tidak punya. Apalagi makanan siap untuk dimakan seperti nasi," kata Rosiati.

Menurut Rosiati, hingga tadi malam, banyak warga yang belum mendapatkan pasokan makanan. "Kita hanya ingin mengisi perut dulu sebelum kembali bekerja mambangun rumah kami lagi," terangnya.

Pada kesempatan itu, Hani (45) juga mengutarakan hal yang sama tentang tidak adanya dapur umum bagi warga. Hani juga mengeluhkan tentang pakaian da tempat tidur untuk anak-anak.

"Masa anak anak kami harus tidur beralaskan kardus ditenda," ujarnya.

Hani melanjutkan, pakaian juga diperlukan untuk mengganti pakaian yang sudah dikenakan oleh warga terutama anak-anak sejak terjadinya kebakaran.

"Kami harapkan bantuan pemerintah secepatnya untuk membantu keadaan kami," ujarnya.

Hani juga megharapkan pemerintah untuk dapat membantu membangun kembali rumah mereka yang hangus terbakar. "Terima kasih kepada warga sekitar yang telah membantu kami dengan sumbangan
makanannya," kata Hani.

Api melalap puluhan rumah warga di Bukit Duri, Tebet, Jaksel. 112 KK kini tidak memiliki tempat tinggal. Api diduga berasal dari korsleting listrik.

(fiq/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini