"Saya kira sah-sah saja Ical mencalonkan diri sebagai kandidat Pilpres karena setiap elit politik tentu memiliki kepercayaan diri untuk maju. Tapi Ical harus mempunyai modal apa yang saya istilahkan dengan 6 M," kata pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi kepada detikcom, Jumat (15/10/2010).
M pertama, lanjut Burhanuddin, adalah man. Seorang calon presiden harus mempunyai figur yang kuat. Nah, menurutnya, Ical sampai saat ini masih mempunyai problem mendasar dalam hal figur atau popularitas ini. Ia belum bisa disamaratakan dengan kepopuleran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ataupun Megawati Soekarnoputri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus-kasus ini harus dituntaskan, karena menyangkut citra dia. Tinggal sekarang kalau berminat, bentuk saja tim untuk menyelesaikan kasus-kasus yang alamatkan ke dia itu. Kalau citranya meningkat, elektoral Golkar juga akan naik," kata Burhanuddin.
M yang kedua, lanjutnya, adalah money atau uang. Calon presiden harus mempunyai dukungan finansial yang kuat. Namun, dalam pandangan Burhanuddin soal dana ini sudah tidak menjadi masalah bagi Ical. Bahkan, ia menilai faktor financial merupakan kekuatan terbesar Ical.
"Dia mempunyai keuntungan berupa kemampuan diri dalam hal memobilisai sumber daya finansial. Daya dukung finansial ini aspek penting," cetus Burhanuddin.
M ketiga yakni media. Sama halnya dengan money, Ical terhitung kuat dalam hal media, bahkan telah merajai bisnie ini. Ical menguasai sejumlah stasiun televisi serta media elektronik. Ical dapat memanfaatkan medianya ini untuk melakukan kampanye publik.
"M yang keempat adalah market atau pasar. Bagaimana reaksi konstituen juga sangat berpengaruh terhadap keterpilihan Ical," tandasnya.
Lanjut ke M yang kelima, Burhanuddin mengatakan, seorang capres harus mempunyai mesin politik yang handal. Dalam hal ini, Ical juga sudah diuntungkan karena menjadi pucuk pimpinan partai yang solid dan mempunyai jaringan infratruktur hingga ke bawa yang baik.
"M yang terakhir adalah momentum. Seorang pemimpin biasanya muncul dan terpilih pada saat momentumnya yang tepat," kata Burhanuddin.
Apakah momentum untuk mendeklarasikan Ical sebagai capres saat ini tepat? "Ical sendiri sudah mengatakan pada akhirnya survei yang menentukan apakah maju atau tidak. Saya kira Rapimnas I minggu depan belum akan sampai pada titik memunculkan namanya," tutup Burhanuddin. (irw/irw)











































