Politisi Kebon Sirih mengusulkan agar kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) menjadi satu provinsi saja.
"Seharusnya untuk mengatasi macet dan banjir perlu dibangun konsep megapolitan. Dan itu bisa terjadi bila Jabodetabekpunjur dijadikan satu provinsi," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta pusat, Jumat (15/10/2010).
Menurut politisi PKS ini, dengan penyatuan Jakarta dengan kota-kota satelit di sekitarnya, akan mempermudah penyelesaian banjir dan macet. Mengingat dua hal tersebut tidak lepas dari peran kota-kota satelit di sekitar Jakarta.
"Misalnya untuk banjir, kita bisa langsung membuat program waduk atau bendungan di hulu seperti Depok, Bogor dan Puncak. Dengan pengintegrasian ini mempermudah realisasi program tersebut karena berada dibawah satu kendali," terangnya.
Soal kemacetan, menurut pria yang akrab disapa Sani ini, Jakarta lebih banyak didatangi warga dari kota-kota sekitarnya pada siang hari. Hal ini memerlukan pengintegrasian sarana transportasi dari Jakarta ke kota-kota lainnya.
"Kalau mengatasi macet hanya memikirkan di wilayah Jakarta maka sampai kapan pun itu tidak akan selesai. Kota-kota satelit juga perlu penyelesaian sehingga perlu pengintegrasian moda transportasi," tuturnya.
Konsep megapolitan dengan penyatuan Jabodetabepunjur yang diberi nama Jakarta Raya ini menurut Sani akan membuat pembangunan di wilayah tersebut tidak dikotomi, tetapi satu kesatuan.
"Program-program lain seperti lapangan kerja, pemukiman, perniagaan dan lainnya bisa terintegrasi dengan baik. Ini lebih baik dibanding dengan pemindahan Ibukota yang akan lebih banyak memakan waktu tenaga dan biaya tentunya," tutupnya.
(her/irw)











































