Kesaksian Nunun Bisa Ungkap si Pemberi Suap

Kasus Suap DGS BI

Kesaksian Nunun Bisa Ungkap si Pemberi Suap

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2010 20:21 WIB
Kesaksian Nunun Bisa Ungkap si Pemberi Suap
Jakarta - KPK belum juga mampu menghadirkan Nunun Nurbaeti sebagai saksi dalam proses penyidikan dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Padahal keterangan Nunun itu penting untuk mengetahui siapa pihak yang telah memberi suap kepada anggota DPR.

"Pemeriksaan Nunun itu penting untuk mengungkap pemberi suap dalam kasus suap ini," ujar juru bicara KPK, Johan Budi, kepada wartawan di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/10/2010).

Kasus suap ini memang sangat fenomenal. Tidak tanggung-tanggung, 30 politisi sudah terjerat hukum. Beberapa politisi top, seperti Paskah Suzetta hingga Panda Nababan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun KPK 'hanya' mampu menjerat si penerima suap. Sedangkan aktor intelektualnya belum juga tersentuh sedikit pun. Dalam kasus ini, Nunun memang baru sekali memberi keterangan. Itu pun saat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Saat menetapkan empat tersangka, KPK tidak memanggil Nunun sebagai saksi. Namun, saat diminta hadir di persidangan sebagai saksi, Nunun memilih absen dengan alasan penyakit lupanya. Alasan sama yang ia sampaikan kepada KPK saat akan diperiksa hari ini.

Pernyataan ketidakhadiran Nunun itu disampaikan melalui surat yang dikirimkan keluarga kepada KPK pukul 11.00 WIB. Surat tersebut mengatasnamakan Adang Daradjatun yang tidak lain adalah suami Nunun.

"Ada surat dari Pak Adang mewakili keluarga bahwa hari ini Nunun tidak bisa hadir karena sakit," kata Johan.

Surat itu melampirkan keterangan dari dokter ahli syaraf dari Rumah Sakit Gading Pluit, Andreas Harry. Surat juga menyertakan data rekam medis kesehatan Nunun oleh mantan dokter pribadinya itu tertanggal 3 November 2009 dan 15 Februari 2010. Ada pula hasil pemeriksaan dokter asal RS Mount Elizabeth Singapura, Geraldine Tan tertanggal 15 Maret 2010.

Meski begitu, Johan memastikan KPK akan tetap berusaha mengungkap kasus ini. Meski tanpa keterangan dari Nunun. "Kesaksian Nunun bukan satu-satunya yang mampu mengungkapnya," tandasnya.

(mok/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads