Penyidik KPK Sudah Waktunya Jemput Nunun Langsung

Penyidik KPK Sudah Waktunya Jemput Nunun Langsung

- detikNews
Jumat, 15 Okt 2010 18:57 WIB
Penyidik KPK Sudah Waktunya Jemput Nunun Langsung
Jakarta - Untuk ke sekian kali KPK gagal mendapatkan kesaksian Nunun Nurbaeti atas kasus dugaan suap pemilihan Dewan Gubernur Senior BI. Maka tim penyidik KPK harus ada lompatan untuk mengungkap pelaku suap anggota Komisi IX DPR 1999-2004.

Demikian ujar Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM, Zainal Arifin Muchtar, menanggapi gagalnya KPK memeriksa istri politisi PKS, Adang Daradjatun itu. Dia ditemui usai diskusi di Kantor KoNTRAS, Jl Borobudur, Jakarta, Jumat (14/10/2010).

"Yang diperlukan adalah lompatan dari KPK. Kirim tim kesehatan untuk memeriksa langsung kesehatan Nunun dan menjemputnya," ujar Zainal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya lompatan tersebut sudah seharusnya dilakukan penyidik KPK sehingga proses hukum kasus dugaan suap yang diungkap politisi PDIP Agus Tjondro itu bisa segera mendapatkan kemajuan. Terlebih saat ini sudah 26 politisi yang jadi tersangka penerima suap, tetapi siapa pemberi suap belum juga dapat dikonfirmasikan.

Situasi aneh demikian tentu saja menjadi bahan perhatian masyarakat luas. Meski sebenarnya kesulitan KPK mengusut skandal yang terjadi hampir sepuluh tahun silam, di samping status hukum dalam kasus yang Nunun sendiri masih sebagai saksi sehingga tidak memungkinkan dilakukan penjemputan secara paksa.

"Tapi kalau menunggu terus, ya sulit. Masyarakat pertanyakan mengapa kok ini terlalu lama sekali," sambung Zainal.

Nunun urung menjalani pemeriksaan di KPK yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB, Jumat (14/10). Kondisi kesehatannya yang belum juga membaik dari 'sakit lupa akut', lagi-lagi dijadikan alasan untuk mangkir dari kewajiban tersebut.

Berdasar keterangan sejumlah tersangka, disebutkan Nunun membagi-bagikan cek perjalanan kepada politisi PDIP pasca terpilihnya Miranda Goeltom selaku anggota Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia. Pengakuan ini yang memunculkan dugaan bahwa Nunun tahu benar siapa yang memberi suap dan siapa pula yang penyandang dananya.

(lh/vit)


Berita Terkait