"Dengan adanya hasil ini pastinya Golkar akan semakin menguatkan struktur kita dan segera kita bentuk posko-posko untuk mulai menyerap aspirasi rakyat termasuk di daerah," kata Ketua DPP Golkar Bidang Politik, Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/10/2010).
Priyo mengatakan, sebagai partai yang pernah berkuasa di masa pemerintahan Presiden Soeharto, rasanya tidak begitu berlebihan jika Golkar sedikit berbangga hati. Pria berkacamata iniย yakin hal yang sama pastinya juga akan dirasakan semua partai jika dikatakan akan mendominasi di Pemilu mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Priyo juga menuturkan rasa senangnya dengan hasil tersebut. Apalagi di matanya LSI merupakan lembaga survei independen.
"Kami merasa senang dan menyambut gembira terhadap hasil survei LSI sebagai lembaga survei independen," katanya.
Walaupun begitu, lanjut Priyo, Golkar tidak ingin langsung berbangga hati. Namun optimis itu pasti perlu dipupuk sejak dini.
"Tapi Pemilu masih lama dan itu (mendonasi di 2014) bukan pekerjaan yang mudah. Kalau optimis harus tetap, gimana hasilnya ya rakyat yang menentukan," kata Priyo.
Partai Golongan Karya (Golkar) sebelumnya diprediksi akan mengalami penguatan basis dukungan pada Pemilu 2014 mendatang menurut hasil Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
"Golkar potensi kembali mendominasi. Bersaing dengan Demokrat, dibayangi PDIP," ujar peneliti LSI, Barkah Pattimahu.
Menurut LSI, dukungan terhadap sejumlah partai politik mengalami perubahan sejak Pemilu 2009 silam. Partai Demokrat pada pemilu legislatif 2009, mendapatkan suara 20,9 persen, pada September 2010 ini diprediksi mengalami penambahan menjadi 26,1 persen. Untuk partai Golkar pemilu 2009 mendapat suara 14,5 persen diprediksi mengalami penambahan menjadi 17,3 persen dan PDIP di Pemilu 2009 mendapat 14 persen suara dipredikasi akan berkurang menjadi 13,6 persen.
(lia/aan)











































