"Aksi penyelamatan yang dilakukan Presiden Chili menjadi ilham dan inspirasi untuk di Tanah Air," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2010).
Dia berharap apa yang dilakukan Pinera ditiru pemerintah Indonesia. "Sekecil apa pun kalau menyangkut penyelamatan manusia harus digunakan secara ikhtiar untuk penanganan bencana di Tanah Air sediri," kata Priyo.
Bagaimana jika dibandingkan dengan bencana banjir Wasior? "Pemerintah sudah lakukan yang terbaik. Tapi tetap saja saya masih iri terhadap langkah inspiratif Presiden Chili. Dan itu perlu ditiru," jawab Priyo.
Ke-33 penambang terperangkap menyusul runtuhnya tambang emas dan tembaga San Jose di utara Chili pada 5 Agustus lalu. Ini prestasi bertahan hidup di bawah tanah yang belum pernah terjadi di zaman modern ini.
Selama ini, satu-satunya kontak dengan dunia luar sejak awal Agustus lalu adalah melalui lubang bor kecil. Melalui lubang itulah, makanan, air minum dan peralatan lainnya dikirimkan dari atas untuk para penambang.
Ke-33 penambang di Chili yang terkubur di perut bumi penambangan San Jose akhirnya bisa diangkat semua. Pemimpin penambang Luis Urzua menjadi penambang terakhir yang diangkat dengan selamat.
Detik-detik menantikan Urzua di atas perut bumi dengan kapsul 'Phoenix' itu sangat menegangkan sekaligus membahagiakan. Dari siaran langsung CNN, Kamis (14/10/2010) Presiden Chili Sebastian Pinera tampak terharu dan tak henti tersenyum menantikan kapsul 'Phoenix' itu.
Begitu kapsul 'Phoenix' muncul dan pintunya dibuka, sontak para penyelamat dan orang-orang yang berada di lokasi bersorak, termasuk Pinera. Sirene pun dibunyikan, tepat pada pukul 08.00 WIB. Evakuasi berlangsung 22 jam 37 menit seperti stopwatch yang dipasang CNN.
(ahy/nrl)











































